Think of all the beauty still left around you and be happy ;)

Kamis, 18 November 2010

Pernah merasa nggak berguna jadi manusia?
Hahaha...
Saya selalu iri meliat semua orang, bukan iri dgn apa yg dimilikinya, tetapi iri dgn kemampuannya menikmati hidup dengan semua yg dimiliki dan tidak dimiliki.
Kadang-kadang pengen mati sejenak, 2-3 hari, untuk kemudian hidup lagi saat saya merasa saya sudah ada gunanya hidup di dunia. Betapa hebatnya keinginan saya.
Andai punya pilihan, saya akan memilih nggak usah dilahirkan
saja...
Rasanya kehidupan lebih baik (sedikit) cuman waktu saya SMP. Itupun nggak bisa dikatakan baik. Berkelahi dgn anak-anak brengsek yang suka melihat tampang tidak berdaya, membuat luka berbekas sebesar pantat botol kecap d betis, deelel.
Bingung sendiri mencari sisi baik hidup saya. Hahaha...


Sudah ah, mau mati sejenak...

(Itam, jgn diam-diam mengintip, aq tau,hahaha)


Selasa, 19 Oktober 2010

"Buah" Insomnia

Menulis itu hobiku sejak dulu,
walaupun nggak mahir-mahir banget, nggak bagus-bagus banget, bahkan nggak pernah jadi "tulisan", tapi aku nggak pernah peduli.
Menulis bisa memberikan kelegaan di saat-saat "sesak"...
Menulis bisa meringankan di saat-saat "berat"...
Menulis bisa menguatkan di saat-saat "lemah"...

Nggak peduli sebagus atau pun sejelek apapun isi tulisanku,
nggak harus bermakna,
nggak harus sesuai EYD,
nggak harus keren...

Cukup tulis saja apa isi hatimu, apa yang sedang kamu rasakan, apa yang ingin kamu katakan, apa yang ada dalam benakmu,
dan rasakan pasti ada sesuatu yang lebih ringan...

hehehe...
"itu sih buat orang-orang yang suka nulis", my best friend said.

^^

Jumat, 23 Juli 2010

Rasa iri, rasa kasian, rasa bersalah dan rasa-rasa lainnya

Ketika menulis note ini, aku sedangi iri sama banyak orang yang terlihat bahagia dengan kehidupannya, bangga dengan almamaternya, bisa mensyukuri keadaannya. Sementara aku berada dalam posisi 180 derajat dari itu semua.

Ketika menulis note ini, aku sedang merasa kasihan dengan adik sepupuku saat membaca status teman-teman seangkatan dia yang sibuk bercerita tentang pengalaman mereka memasuki dunia perkuliahan. Sementara adik sepupuku hanya bisa tidak peduli ( lebih tepatnya berusaha pura-pura tidak peduli) dengan itu semua. Padahal aku tau, pasti dia juga ingin merasakan pengalaman mereka. Tapi keadaan berkata lain. Adeku sayang, maafkan lah keterbatasan keadaan kita ya...

Ketika menulis note ini aku merasa sangat bersalah, karena rasa iri dan rasa kasihanku...

Ketika menulis note ini, banyak rasa bercampur...

Sekali lagi, maafkan keadaan, adeku sayang...
Aku yakin jalan yang baik dan bahagia ada di depan sana, sudah disediakan-Nya untukmu.


special 4 my beloved cousin, with all i'm.


Solo, 21 Juli 2010